Soal Tarif Parkir, Mahasiswa Mendukung Kebijakan Rektor UNP

Padang – 28 agustus 2018 Universitas Negeri Padang mengeluarkan kebijakan dengan memberlakukan karcis parkir bagi setiap orang yang bukan civitas akademika UNP. Kebijakan ini pada awalnya menimbulkan pro dan kontra, sperti yang dikutip di pemberitaan media online sumbartoday.com yang menyatakan bahwa pejabat UNP telah kehilangan akal, sehingga berani mengambil kebijakan yang kurang popular, tidak etis serta memalukan.

Menanggapi pemberitaan tersebut Prof. Ganefri selaku rektor UNP mengatakan Sasaran UNP bukan memungut biaya parkir, tetapi menertibkan semua orang dan kendaraan yang keluar masuk UNP khususnya bagi yang bukan civitas akademika UNP. Selanjutnya Ganefri menegaskan Ada 40.000 civitas akademika UNP yang setiap hari keluar masuk UNP, saat ini tidak jelas lagi mana yang Mahasiswa,Dosen, Pegawai, Mitra, Tamu dsbnya.

“Ini hanya sementara, menunggu portal automatis selesai, Kedepan yang bisa masuk membawa kendaraan langsung ke UNP yang punya ID Card (kartu mhs, id card Dosen, mitra dll) mereka yang selalu datang ke UNP akan diberikan ID Card dengan mengisi borang permohonan”. Ungkap prof. Ganefri

Prof Ganefri menjelaskan saat ini banyak orang tak dikenal masuk ke UNP, sering terjadi orang masuk ke Ruang Fakultas, Jurusan, Ruang Dosen yang seolah olah mereka mahasiswa bahkan kelihatan seperti pegawai dan mengambil yang bukan haknya.

“UNP ingin memberikan rasa kenyamanan setiap orang yang datang ke UNP dan keamanan kendaraan yang mereka bawa ke UNP”. Pungkas Prof. Ganefri.

Wendi Juli Putra mahasiswa Pasca FT UNP yang juga Sekretaris Umum BADKO HMI Sumatera Barat mengapresiasi kebijakan UNP ini. Wendi mengatakan, “Memang hampir setiap hari kita dengar pencurian kendaraan bermotor terjadi di UNP. Hal ini disebabkan karena gerbang masuk UNP tidak satu pintu dan tidak terkontrolnya orang yang masuk ke kawasan UNP dengan berbagai kepentingan”.

“Dengan pemberlakuan kebijakan sementara ini dalam rangka mempersiapkan sistem yang benar-benar ideal saya berharap siapa saja yang memasuki kawasan UNP bisa terkontrol, Sehingga dengan demikian UNP sebagai lembaga pendidikan bisa berjalan dengan aman dan nyaman untuk menjalankan tridharma pendidikan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian”. Tutupnya Wendi.

Related posts

Leave a Comment