PERAN KELUARGA DALAM MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL

http://suluahnagari.com/wp-content/uploads/2017/09/DSC00367.jpg

Pendidikan merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya didapat di sekolah saja, pendidikan juga bisa kita dapatkan di lingkungan kita, seperti di lingkungan keluarga. Keluarga adalah salah satu lembaga yang berperan dalam pendidikan karakter pada anak, disamping itu sekolah juga berperan dalam pendidikan karakter moral.

Menyikapi fenomena dan tantangan pendidikan sekarang dan masa mendatang, peran keluarga sudah semestinya lebih diperkuat dan ditingkatkan dalam rangka mendukung upaya sekolah menyiapkan siswa di era global yang penuh persaingan ketat. Kehidupan siswa di era sekarang ini, yang  hidup di zaman  ‘layar’, baik layar televisi, handphone, komputer atau laptop, game, dan internet perlu mendapat perhatian dan pengawasan orangtua  terhadap apa yang dilihat anak di layar-layar media elektronik tersebut. Demikian pula dengan jenis dan bentuk permainan anak di zaman digital ini seperti play stastiongame online, jejaring sosial, youtube, instagram, dan berbagai permainan yang berbasis IT lainnya.

Siswa pada zaman sekarang sudah langka melakukan  permainan petak umpet, lompat tali, egrang, ular naga panjang, engklek, congklak, kelereng, dan permainan tradisonal lainnya. Fenomena dan tantangan pendidikan di era digital harus dapat dijawab oleh orangtua bersama dengan guru agar siswa mampu menyiapkan dirinya menghadapi persaingan yang lebih ketat lagi di masa mendatang.

Globalisasi dengan segala dampaknya sudah tidak dapat dibendung lagi kedahsyatannya, dan oleh sebab itu keluarga dan sekolah harus bahu membahu memberikan pendidikan yang terbaik untuk menyiapkan mereka memasuki zaman yang sangat persaingannya. Bukankah salah satu tujuan bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa? Tapi bukan sekadar cerdas, berkarakter dan bermoral juga diperlukan untuk membangun negeri ini.

Berapa banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari tindak asusila, penganiayaan, tawuran antar pelajar, hingga narkoba. Apakah itu semua karakter seorang pelajar? Apakah itu semua moral seorang pelajar? Inilah tugas kita semua bukan hanya pemerintah, sebagai pelajar pun kita harus sadar diri bahwa tujuan kite mengenyam pendidikan bukan hanya untuk menjadi orang yang berilmu, tetapi juga yang berkarakter dan bermoral.

Bagaimana peran orangtua dalam menjaga anak-anaknya dari dampak negatif dunia layar, dan bagaimana memanfaatkan dunia layar bagi kebaikan hidup mereka? Perlu dipahami bahwa tugas orangtua menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif  dunia layar bukan berarti menutup rapat-rapat anak mereka dari dunia layar sama sekali. Orangtua hanya berusaha membatasi waktu anak-anak dalam dunia internet,  seimbangkan waktu mereka dengan keluarga-saudara-teman, dan lain-lain. Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai durasi dan aturan menggunakan digital. Buatlah jadwal penggunaan digital. Kemudian berhentilah bermain digital saat makan bersama, jangan makan di depan televisi atau  layar apa pun, jadikan obrolan anda di seputar meja makan sebagai layar. Berikan keragaman pada anak dari digital ke buku, bacakan cerita, berjalan jalan ke perpustakaan atau toko buku, banyak beli kaset film rohani, lagu anak yang mendidik, dan sebagainya. Hindari penggunaan digital di depan anak karena anak akan mudah meniru.

Orangtua harus mengerti terhadap perkembangan dunia digital agar dapat mendampingi, mengawasi, mengontrol dunia digital anak-anaknya. Jangan malas untuk belajar hal baru. Kemudian, keluarga hendaknya punya ruang digital, di ruang terbuka, bukan di kamar tertutup.

Sekali lagi kita harus menyadari bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tapi juga tempat untuk mendidik karakter dan moral anak bangsa. Pemerintah dan para pendidik harus menyadari hal itu agar mutu generasi penerus bangsa dapat lebih berkualitas. Dan yang terpenting adalah penanaman karakter dan moral pada anak harus dilakukan sejak dini, yaitu dilingkungan keluarga, karena keluarga merupakan salah satu pranata pendidikan.

Saya percaya pendidikan di Indonesia dapat lebih maju dan lebih baik jika kita mau sadar dan bergerak. Kalau bukan kita siapa lagi?

Related posts

Leave a Comment