HMI Sumbar : Sumaterat Barat darurat LGBT, Pemerintah dan semua stackholder harus bertanggungjawab atas kondisi ini

Minggu, 4 november 2018 Sumbar digembarkan dengan pemberitaan ditangkapnya beberapa pasangan lesbi di Kota Padang.

Hasil penelitian Pemprov Sumbar yang menggandeng Perhimpunan Konselor VCT HIV mengungkapkan. Terdapat 14.469 orang pelaku seks lelaki sama lelaki (LSL) atau gay di Sumatera Barat.

Berikutnya hasil survey juga mengungkapkan terdapat kurang lebih 2.501 orang waria di Sumbar dan bisa menggaet 9.024 orang. Aktifitas seksual paling banyak dilakukan di indeks 51,8 % responden, 20,1 % di hotel dan 15,6 % di rumah.

Fakta berikutnya mengungkap 14 % responden memiliki riwayat disakiti lawan jenis, 13,8 % pelaku mengaku terpengaruh lingkungan LGBT, 12,9 % dirayu pelaku LGBT dan 8,2 % pernah disodomi waktu kecil.

Sementara itu, Ketua Umum Badko HmI Sumbar Wendi Juli Putra mengatakan bahwa wabah penyakit LGBT harus segera disikapi. “Sumatera Barat darurat LGBT, maka harus segera disikapi, tidak hanya oleh keluarga pelaku, akan tetapi juga oleh pemerintah dan semua masyarakat Sumbar pada umumnya” ungkap wendi

Dalam pencegahanya menurut wendi para orang tua harus lebih memperhatikan aktifitas anak dan meningkatkan pengawasan pergaulan anak. Disisi lain pemerintah jangan membuka ruang untuk para LGBT untuk bebas beraktifitas.

Hotel adalah tempat yang paling aman dan nyaman untuk para LGBT. Oleh karenanya Pemerintah provinsi Sumatera Barat diminta untuk menegur hotel-hotel yang menampung serta menfasilitasi para pelaku LGBT ini. Umumnya hotel-hotel di Sumbar khusunya di Padang sangat bebas dan tidak kontrol oleh pemerintah, aktifitas apa saja yang dilakukan oleh konsumen di hotel seperTinya diluar pantauan pemerintah.

Kemudia pelaku LGBT paling banyak berusia 15-25 tahun. Artinya pelaku LGBT adalah para remaja dan pemuda. Seharusnya pemuda mempersiapkan generasi emas untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa ini. “HmI Sumatera Barat siap menjadi garda terdepan untuk memberantas LGBT dan penyakit masyarakat lainya di Sumbar”, Ungkap wendi melalai pesan Whatsapnya

“Kita harus mengantisipasi sebelum Allah murka, dengan segera memberantas LGBT dan penyakit masyarakat lainnya di Sumatera Barat berarti menjauhkan Ranah minang dari bencana dan marabahaya”. Tutupnya Wendi

Related posts