Hj. Emma Yohanna Ajak Masyarakat Mandahiling dan Tapanuli Jaga Kerukunan

Padang (3/2) – Keberadaan pancasila sudah final mengikat masyarakat untuk bersatu meskipun banyak perbedaan. Sebab perbedaan suku, agama, ras dan golongan merupakan kekayaan bangsa indonesia yang sudah ada sejak indonesia belum lahir. Keberagaman inilah yang mesti dihormati dan dijaga bersama agar eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat dapat terus kokoh berdiri.

“Masyarakat harus menjadikan pancasila sebagai ideologi bangsa, pandangan hidup yang menjadi dasar menjaga kerukunan antar suku dan agama serta golongan,” ujar anggota MPR RI, Hj. Emma Yohanna dihadapan masyarakat Mandahiling dan Tapanuli di Kota Padang, di Ruang Pertemuan Radja Minas, belum lama ini.

Hj. Emma Yohanna hadir menyampaikan arti penting Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dalam dengan masyarakat Mandahiling dan Tapanuli di Kota Padang, mengajak untuk saling bahu membahu menjaga kerukunan dan merekat persatuan. Ia menyebut bahwa Pancasila bersumber dari kearifan lokal bangsa Indonesia yang sudah terbukti mampu menyatukan dan mendamaikan berbagai kemajemukan itu di bumi pertiwi.

“Saya yakin warga Mandihiling dan Tapanuli sudah terbiasa hidup berdampingan rukun dan damai dengan berbaur dengan masyarakat lainnya di Kota Padang. Untuk itu, bahasa Indonesia mesti kita lestarikan dalam kehidupan sehari hari, agar kebersamaan antara kita terus terjalin dengan baik,” ujar Senator asal Sumatera Barat ini.

Tokoh masyarakat, Bonar Harahap mengatakan bahwa warga Mandahiling dan Tapanuli yang berasal dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat berjumlah 20 organisasi yang sudah puluhan tahun berdomisli di Kota Padang. Bonar menyampaikan bahwa pihaknya selalu mengedepankan budaya gotong royong dan menjalin kebersamaan dalam menjaga kerukunan walaupun hidup berdampingan dengan masyarakat yang multi etnis.

“ Kami juga meminta agar Ibu Hj. Emma Yohanna untuk membantu penyediaan pandam pekuburan untuk warga Mandahiling dan Tapanuli yang berada di Kota Padang. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kekompakan antara kami, saling membantu apabila ada saudara yang mengalami musibah,” pinta Bonar.

Related posts