BERSATULAH KARENA KITA HMI

Oleh :
Kirana Pungki Apsari
Ketua Bidang Kajian dan Advokasi
KOHATI HMI BADKO Sumatera Barat

HMI adalah organisasi mahasiswa yang dirikan pada 5 februari 1947 merupakan organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, yang didirikan atas prakarsa pahlawan nasional lafran pane beserta 14 mahasiswa lainnya. Dengan usia yang tidak lagi muda HMI tentu saja selalu berperan dalam berbagai situasi yang terjadi di Indonesia, hal ini telah dijelaskan dalam fase-fase perjuangan HMI dan relevansinya dengan perjuangan bangsa.  Mulai dari perjuangan perjuangan  bersenjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia, penumpasan PKI di Madiun dan penumpasan PKI GESTAPU, Orde baru, Reformasi, HMI selalu menjadi garda terdepan dalam penyelesaian persoalan di Indonesia.

Di usia senjanya Himpunan Mahasiswa Islam seperti macan ompong yang, sejak terpilihnya Respiratori Saddam Aljihad pada kongres HMI ke 30 di Ambon, HMI seakan pasif terhadap persoalan negeri ini, yang nampak hanya bersahutan puisi. Hal ini seakan HMI terlalu berpihak kepada kekuasaan.

Minim gerakan perubahan dan tidak ada perlawanan terhadap kesewenangan pada akhir 2018 HMI seluruh Indonesia dihebohkan dengan skandal, hingga pada akhirnya di amanahkan pada Sekretaris Jendral PB HMI saat itu Arya Kharisma Hardy sebagai PJ Ketum HMI. Oleh sebagian kader HMI yang tidak memiliki kepentingan dan tidak ada keberpihakan merasa ini merupakan angin segar untuk mengembalikan gaung HMI keseluruh Indonesia, dalam benak “HMI akan segera kongres luar biasa”. Namun hingga saat ini Kongres itu juga belum terlaksana. Entah terlalu nyaman dengan kondisi dualisme ini atau belum ada “perintah”

Dalam kondisi Indonesia yang mulai memanas pasca Pemilu serentak PB HMI masih saja disibukan dengan urusan rumah tangga (dualisme PB HMI), jangan dulu berbicara soal kepentingan umat dan bangsa sedangkan persoalan ditubuh HMI masih belum terselesaikan, tidak memikirkan persatuan HMI dan mengembalikan marwah HMI, malah kedua pihak ini saling unjuk kekuatan seperti  turun ke cabang dengan berwajah “support kaderisasi”  atau menghadiri pelantikan cabang atau menjadi pemateri pada LK II ,namun sebenarnya hanya mengejar sebuah postingan photo demi sebuah pengakuan “ini loh cabang yang dukung saya”. Maka tidak heran lagi di cabang hingga komisariat timbul pertanyaan “hmi versi saddam apa versi arya”. Aneh sekali.

Beberapa hari yang lalu telah terbit surat intruksi dari masing-masing pihak, satu pihak mengintruksikan tabur bunga dan pihak lain mengintruksikan untuk do’a bersama. namun versi penulis tabur bunga dan do’a bersama di sekretariat PB HMI, kemudian dilanjutkan dengan Ruqyah akbar untuk seluruh pengurus PB HMI.

Akibat terbitnya 2 surat intruksi ini peperangan dimedia sosial tidak bisa dihindarkan oleh karena saat ini siapapun bisa mengekspresikan melalui sosial media, masing-masing pendukung memberikan pembelaan terhadap pimpinannya, dalam situasi Indonesia saat ini justru banyak pihak yang mentertawakan, HMI yang kehilangan taring, PB HMI yang masih sibuk dengan urusan dapur sendiri.

Oleh karena itu Untuk teman-teman HMI terkhusus kepada seluruh pengurus Besar PB HMI, mari kita sudahi pertarungan ini jangan bertindak seperti manusia yang haus jabatan dan haus pengakuan. Bukankah dengan bersatu kita akan kuat ? Indonesia butuh kita, Indonesia butuh pemuda yang bisa memberikan solusi dan memecahan permasalahan di negeri ini, melihat kebelakang sejak berdirinya HMI, HMI selalu berada pada posisi terpenting, saat ini perjuangan nyata, mari bersama kita ukir sejarah untuk fase HMI berikutnya.

Bersatulah..  segera.. kongres luar biasa dan islah HMI DIPO dan HMI MPO

YAKIN USAHA SAMPAI

BAHAGIA HMI.

Related posts