Pernyataan sikap Badko HMI Sumatera Barat atas Kekerasan terhadap Muslim Rohingya

Pengurus BADKO HMI SUMBAR

Penyerangan dan pembantaiaan yang dilakukan tentanra Miyanmar terghadap etinis Muslim Rohingya kembali menyulut kemarahan pemimpin-pemimpin dan organisasi-organisai islam di dunia. Pembantaian terhadap anak-anak dan perempuan merupakan pelanggaran HAM terberat yang dilakukan tentara Myanmar. Hingga saat ini dikabarkan telah lebih dari 5.000 orang warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Dan lebih dari 100 orang masyarakat sipil meninggal.

Sementara itu BADKO HMI sebagai organisasi islam turut mengkencam perbuatan pemerintah Miyanmar. Melalui ketua umum Tomi Farto Habibi didampingi Sekretari Umum Wendi Juli Putra BADKO HMI Sumatera barat mengeluarkan point-poit pernyataan sikap yang diantaranya:

  1. BADKO HMI Sumatera Barat turut berduka dan mengecam atas terjadinya kasus pembantaian etnis muslim Rohingya yang terjadi di negara bagian Rakhine Miyammar.
  2. HMI Sumbar menilai serangan yang dilakukan secara membabi buta oleh aparat Miyanmar kepada masyarakat, baik perempuan, anak-anak bahkan balita, dan orang tua merupakan tindakan terorisme yang tidak bisa diterima oleh akal sehat, hati dan mesti dilawan.
  3. Meminta Pemerintah RI untuk lebih tegas di dunia Internasional dalam menyikapi kasus pembantaian etnis muslim Rohingya di Rakhine miyammar. Indonesia harus proaktif melakukan tekanan kepada pemerintah Minyanmar, sebab sudah berulang-ulang kali serangan biadab terhadap ummat Islam Rohinya terjadi, namun terkesan pemerintah miyanmar selalu menutup-nutupinya dengan alasan yang tidak masuk akal.
  4. HMI sumbar meminta kepada dewan HAM PBB untuk tidak membisu dan pura-pura tidak tahu dengan kebiaadaban kemanusiaan yang terjadi di Miyammar. Dewan HAM PBB harus menekan Miyanmar agar bisa mematuhi piagam PBB tentang kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.
  5. Meminta komite Nobel di Oslo untuk mencabut penghargaian nobel pendamian kepada Aung san Suu kyi atas diamnya terhadap kasus pembantai di Rakhine Minyamar.
  6. Hentikan semua tindakan kekerasan terhadap etnis Rohinya sekarang juga. Apalagi besok adalah hari Raya idul Adha dimana semua umat Islam merayakannya sebagai hari kemenangan.
  7. Menghimbau kepada seluruh ummat beragama di Indonesia, terkhusus di Sumatera Barat untuk tidak terpancing kedalam issu konflik keagamaan, karena sejatinya tidak ada satupun agama yang mengajarkan kepada kebencian dan pembantaian sesama manusia.

Related posts

Leave a Comment