BKKBN Gelar Advokasi dan Sosialisasi kepada Ulama dan Santri Pondok Pesantren Ar-Risalah

Senin (23/10) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dr Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D, menggelar advokasi dan sosialisasi kepada ulama dan santri Pondok Pesantren Ar-Risalah Koto Tangah, kota Padang.

Advokasi dan sosialisasi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Berdasarkan pantauan tim Suluahnagari.com dilapangan, diperkirakan peserta berjumlah sekitar 500 orang.

Surya Chandra dalam sambutannya mengatakan sosialisasi program keluarga berencana sangat penting, hal ini dikarenakan sosialisasi belum dilakukan secara merata apalagi sampai ke pesantren. Kepala BKKBN Pusat ini berharap santri mengetahui betul manfaat dari program dimaksud.

Ia juga berharap, ulama dan santri bisa memahami program-program BKKBN sehingga angka kelahiran bayi bisa di tekan terutama di Sumatera Barat.“Sampai dengan saat ini, apabila dirata rata, setiap 1,5 jam ibu hamil melahirkan. Maka dari itu angka ini harus kita tekan, agar tidak terjadi ledakan penduduk di Indonesia,”ujarnya.

Surya yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang menjelaskan pada santri, usia paling ideal melahirkan secara biologis, sosial, dan ekonomis paling rendah 21 tahun. Jarak kehamilan ideal antara anak pertama dan anak kedua juga minimal 3 hingga 5 tahun.

Sementara itu umur 35 tahun adalah batas maksimal untuk wanita diperbolehkan melahirkan, karena pada usia tersebut rahim sudah melemah. Apabila tetap diteruskan, akan mngancam nyawa ibu hamil.

Selain itu Surya Chandra juga menerangkan bahwa BKKBN tidak hanya melulu mengurusi tentang kontrasepsi dan cara ber KB. Namun BKKBN juga memiliki tanggung jawab terhadap generasi mudi dalam merencanakan masa depannya.

“Dengan Sumber Daya Manusia yang baik maka berdampak pada tingkat kesejahteraan yang meningkat. Dari kenyataan yang ada bahwa 80% kemajuan suatu bangsa itu ditentukan oleh sumber daya manusia dan hanya 20% yang ditentukan oleh sumber daya alam. Oleh karena itu, sangat penting bagi BKKBN untuk memberikan advokasi kepada santri-santri yang menjadi masa depan bangsa ini,” tutupnya.

Selain kepala BKKBN, juga hadir dalam kegiatan tersebut gubernur Sumbar Irwan Prayitno, penulis buku KH Cholil Nafis, dan ketua MUI Padang Prof Duski Samad, M.Ag.

 

Related posts

Leave a Comment